Saturday, December 19, 2009
MIGRATION : SALAM MAAL HIJRAH
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaknya setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr 59: 18)Orang bertakwa hendaknya mempunyai visi ke depan, visi yang melampaui alam dunia ini, yaitu alam akhirat. Jadi, selaku orang bertakwa, kita tidak cukup memikirkan visi-visi duniawi berupa agenda bulanan, tahunan, belasan tahun, ataupun puluhan tahun ke depan, tetapi lebih jauh dan penting dari itu adalah kehidupan setelah ini, kehidupan akhirat yang abadi. Tidak semua kita mampu menghayati ayat tersebut. Sebagian kita mengetahui makna lafzhiyahnya, tapi tidak setiap kita mampu merenungkannya sehingga menjadi stimulus yang mampu merubah gaya hidup dan cara berfikir kita.
Penyebabnya boleh jadi karena agenda duniawi yang memenuhi pikiran, sehingga tidak lagi tersedia ruang dalam otak kita untuk program hidup di akhirat. Masih banyak agenda-agenda duniawi jangka pendek yang menguras pikiran, tenaga, dan waktu. Sehingga sangat sedikit bahkan tidak ada waktu lagi yang diluangkan untuk memikirkan persiapan kehidupan akhirat.
Keyakinan akan hidup akhirat akan membuat kita:
Pertama, termotivasi untuk beramal shaleh, sebab amal shaleh akan mengantar seseorang ke dalam surga, sedangkan amal jelek akan membawa ke neraka.
“Dan orang-orang yang beriman serta beramal shaleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.” (Al Baqarah 2: 82)
Kita tentu lebih merindukan surga dengan segala kenikmatannya ketimbang neraka dengan semua azabnya.
“Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung”. (Al-Hasyr 59: 20)
Kedua, keyakinan pada akhirat akan menimbulkan sikap ikhlas dalam diri, karena semua kebaikan akan dibalas oleh Allah dengan yang lebih baik. Maka kita tidak perlu bermalasan dalam ibadah.
Ketiga, adalah menghindari perbuatan tercela. Perbuatan tercela akan dibalas oleh Allah dengan musibah dan azab, kalau tidak di dunia, nanti di akhirat. Sementara, di akhirat, mulut tidak dapat membela diri, karena yang menjawab adalah anggota badan kita masing-masing yang pernah melakukan.
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.”
(QS. Yasin 36 : 65).
Change will not come if we wait for some other person or some other time. We are the ones we've been waiting for. We are the change that we seek.
Friday, November 27, 2009
GHURABA

(HR. Imam Muslim dari Abu Hurairah)
Manfaat Bergaul Dengan Manusia
Imam Ibnu Qudamah dalam Mukhtashar Minhajul Qashidin menyebutkan beberapa kentungan bergaul dengan manusia:
1. Belajar dan mengajar
Ar Rubayyi bin Khaitsam berkata, “Belajarlah lalu uzlah-lah, karena ilmu itu merupakan dasar agama. Tidak ada kebaikan dalam uzlahnya orang-orang awam.”
Seorang ulama ditanya, “Apa pendapatmu tentang uzlahnya orang bodoh?” Dia menjawab, “Itu sama dengan kehancuran dan bencana.”
Orang itubertanya lagi, “Lalu bagaimana dengan uzlahnya orang berilmu? Ulama tersebut menjawab, “Engkau tidak perlu peduli dengannya. Biarkan saja uzlahnya itu. Dia sendiri yang menanggung penderitaan dan kenistaannya. Dia menolak minum air segar, hanya minum dari daun-daun kering hingga berjumpa dengan Allah", Sedangkan mengajarkan ilmu adalah salah satu amal paling utama dalam Islam, sebagaimana mencari ilmu.
2. Mengambil dan Memberi Manfaat
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. “ (HR. Muslim)
Hadfits ini tidak bisa kita amalkan tanpa bergaul dengan manusia, dan Rasulullah sendiri menegaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya (anfa’uhum linnas).
3. Melatih diri sendiri dan membimbing orang lain
Bergaul dengan manusia merupakan sarana berlatih kesabaran, menata jiwa dan emosi, serta menundukan hawa nafsu, karena ia harus menghadapi berbagai karakter manusia. Adapun membimbing manusia sama halnya dengan mengajarkan ilmu kepada mereka, dengan segala macam bentuk dan kendalanya.
4. Mendapat pahala dan Membuat orang lain mendapat pahala
Bergaul dengan manusia membuat anda dapat saling mengunjungi, menjenguk orang sakit, mengurus jenazah, memenuhi kebutuhan, mengundang jamuan makan atau mendatangi undangan. Ini semua tentu tidak syak lagi adalah ladang amal shalih yang memiliki ganjaran yang besar di sisi Allah ‘Azza wa Jalla bagi pelakunya atau orang lain.
5. Tawadhu
Sifat ini tidak akan muncul jika seorang menyendiri. Bisa jadi uzlah dilakukan karena kesombongan, merasa bersih, dan suci, sedangkan orang lain kotor dan rusak. Itulah yang membuatnya hilang ketawadhuan dan husnuzh zhan dengan manusia.
Sunday, October 25, 2009
UKHWAH ISLAM

Hidup bukan hanya untuk diri sendiri. Pernahkah Anda mendengar kata-kata tersebut?
Kalau kita cermati lebih dalam, maka ada makna tersembunyi yang jauh lebih luas. HIDUP bukanlah semata-mata untuk diri kita sendiri, melainkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain dan kehidupan. Hidup kita ini sangat mengagumkan dan kita perlu menghargai Hidup ini. Menghargai HIDUP berarti menggunakan hidup untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Mereka yang menghargai HIDUPnya, akan lebih dekat dengan kemudahan dan keberuntungan dalam hidupnya. Sebaliknya mereka yang tidak menghargai HIDUPnya, hanya memikirkan dirinya sendiri, akan lebih dekat dengan kesulitan dalam kehidupannya. Bagaimana caranya menghargai HIDUP kita ? Apa yang harus dilakukan dalam menghargai HIDUP, sehingga dekat dengan kemudahan dan keberuntungan hidup ?
1. Mengubah Orientasi Hidup Dengan Memikirkan Orang Lain
Pikirkan sejenak, apakah Anda sering memikirkan diri sendiri dibandingkan orang lain ? Misalnya berpikir bagaimana memenuhi keinginan sendiri, ingin rumah lebih mewah, ingin mobil lewah besar, ingin penghasilan lebih tinggi, ingin lebih kaya, dll. Kalau hal itu yang selalu memenuhi benak pikiran kita, itu artinya kita hanya berpusat pada diri sendiri. Hanya memikirkan dan mementingkan diri sendiri. Mulailah mengubah pusat hidup kita menjadi banyak memikirkan orang lain. Misalnya memikirkan bagaimana membantu fakir miskin yang kesulitan membeli sembako, bagaimana membantu pekerjaan bagi pengangguran, membantu orang tak berdaya, memikirkan orang yang kurang rejeki, orang yang tidak pernah dibantu hidupnya. Itu artinya kita sudah mulai memikrikan orang lain. Ini akan membawa kita lebih dekat dengan kemudahan dan keberuntungan dalam hidup.
2. Meningkatkan empati kepada orang lain.
Bersikap empati kepada orang lain merupakan salah satu cara menghargai HIDUP kita. Bersikap empati berbeda pengertiannya dengan sikap simpati. Sikap simpati lebih merupakan kesepakatan penilaian terhadap orang lain. Sedangkan sikap empati lebih menekankan pada mengerti orang lain, memahami kondisi orang lain secara emosional dan intelektual. Artinya kita menggunakan ketajaman mata hati untuk memperhatikan kebutuhan orang lain, berusaha melihat kesulitan orang lain. Bersikap empati, sederhananya memandang keluar melalui kerangka pikiran orang lain, atau melihat dunia dan hubungan dengan orang lain melalui kaca mata orang lain. Bagaimana caranya ?. Kita sapat memulainya dengan menumbuhkan pemahaman dan perasaan dari dalam jiwa kita. Menanamkan tekad dari dalam hati untuk mengutamakan kepentingan orang lain. Memiliki kerendahan hati, kesediaan berbagai kebaikan dengan orang lain. Memiliki kesediaan hati berbagai kegembiraan disaat memperoleh kemenangan dan memberikan dorongan disaat mengalami kesulitan.
3. Banyak Melepaskan Energi Positif.
Melepasakan energi positif artinya banyak melakukan pekerjaan-pekerjaan positif. Memandang hidup ini dari kaca mata positif dan banyak melakukan hal-hal positif. Pernahkah Anda merasakan kebahagiaan pada saat menolong orang yang kesusahan ? Itulah sesungguhnya kebahagiaan yang menyentuh aspek spiritual. Menolong orang lain adalah pekerjaan positif, artinya kita melepaskan energi positif kepada orang lain. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk melepasakan energi positif ini, diantaranya mungkin anda punya semangat, punya ide, punya solusi bagi orang lain, maka berbagilah dengan orang lain. Semakin banyak anda melakukan pekerjaan positif, semakin banyak energi positif yang keluar dan semakin banyak yang akan kembali Anda terima. Mungkin anda akan menerimanya dalam bentuk kebahagiaan hati, kepuasaan jiwa, ketenangan hidup, kemudahan rejeki, dll.
4. Bertawakal Kepada Allah SWT
Hidup ini hanyalah ‘pemberian’ dari Yang Maha Kuasa. Dia-lah yang berkuasa mengambilnya kembali. Dia pulalah yang berkuasa memberikan kemudahan, keberhasilan atau kesulitan dalam kehidupan kita. Tentunya itu semua bermula dari bagaimana cara kita menghargai hidup yang sudah diberikan oleh-Nya. Bertawakal artinya berserah diri kepada Allah. Bersyukur menerima kehidupan ini. Bersabar dalam setiap langkah kehidupan. Meskipun demikian tidak pernah berhenti ber-ikhtiar melalui usaha lahiriah yang cerdas dan keras.
Semoga Anda mendapatkan Inspirasi dan motivasi hari ini
Monday, October 5, 2009
ISLAM UNTUK SEMUA

Ayat ini mengisyaratkan bahawa Rasulullah s.a.w. terutus dengan membawa rahmat kepada seluruh alam. Antara rahmat yang dibawa oleh Junjungan s.a.w. yang memancarkan keindahan Islam ialah:
Pertama, rahmat dan keindahan akidah serta syariah Islamiah yang mengatur kehidupan manusia sehingga dengan kehidupan yang berpandukan akidah dan syariah Islam itu manusia mampu menikmati kemakmuran dan kesejahteraan hidup.
Kedua, rahmat dan keindahan akhlak yang bertunjangkan keindahan dan keunggulan keperibadian Rasulullah s.a.w. yang mana dengan menterjemahkan nilai-nilai akhlak itu dalam menjalani kehidupan, pasti keindahan dan rahmat Islam akan melimpah dengan memberi kebahagiaan dan ketenangan hidup berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara.
Ketiga, rahmat yang diajarkan Islam dengan terjananya nilai persaudaraan yang memancarkan nilai kasih sayang,bersefahaman, bekerjasama, bermuafakat dan bersatu padu. Indahnya Islam kerana tidak menyukai hidup bersengketa dan bermusuhan. Indahnya Islam kerana membenci kehidupan yang bercalar dengan hasad dengki, fitnah memfitnah, berprasangka dan saling berdendam.
Keempat, rahmat dan indahnya Islam kerana menganjurkan nilai kemanusiaan sesama insan dengan saling hormat menghormati, bertoleransi dan memelihara hak masing-masing. Rahmat kasih dan nilai ihsan juga dapat dirasai oleh makhluk Allah yang lain seperti haiwan, tumbuh-tumbuhan dan alam sekitar. Sehingga dengan menunaikan hak dan tanggungjawab sebagai manusia muslim, maka tiadalah terjadi penindasan peng-aniayaan dan pencemaran alam sekitar.
Oleh itu marilah bersama-sama kita hayati keindahan Islam dengan mengamalkan segala ajarannya yang terpancar menerusi al-Quran dan Sunnah Junjungan s.a.w. Keindahan Islam dinikmati kerana kita berpegang dengan akidah, menjalani hidup berpandukan syariah dan bergaul sesama insan dengan akhlak Islamiah yang indah seperti menjaga hak saudara dan berkasih sayang serta hormat menghormati.
Sunday, September 6, 2009
SELAMAT MENYAMBUT RAMADAN

“Ya Allah, Ya Tuhanku! Rahmatilah aku dengan Al-Quran dan jadikanlah Al-Quran bagiku sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk dan rahmat. Ya Allah, Ya Tuhanku! Ingatkanlah aku apa yang aku terlupa daripada ayat-ayat Al-Quran. Ajarkanlah aku daripada Al-Quran apa yang belum aku ketahui. Berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan siang; dan jadikanlah Al-Quran itu hujah bagiku (untuk menyelamatkan daku di akhirat), wahai Tuhan Sekalian Alam.”
Tuesday, August 11, 2009
1 MALAYSIA : ISLAM DIDAHULUKAN, PRESTASI DIUTAMAKAN

Maka mintalah pertolongan Allah dan buatlah kebaikan untuk mendapatkan ganjaran tersebut,
Dan kelebihan ilmu adalah dengan bayangan petunjuk hidayah,
Kebahagiaan di dunia dan akhirat dikecapi dengan memiliki kebahagiaan itu,
Bekerjalah demi TuhanMu sekiranya kamu inginkan kebahagiaan,
Kebahagiaan sebenar pada Taqwa kepada Allah dan mentaati perintahnya
Begitu cantik sekali gaya syair ini membina saling kaitan antara kesungguhan dan taqwa kepada Allah. Ini memberikan kita panduan yang jelas dalam bersungguh-sungguh. Kalau anda seorang bapa, kenapa anda sanggup bersengkang mata dan memerah keringat untuk menyara kehidupan sebuah keluarga. Seorang guru begitu sabar dengan kerenah anak murid dan jua bebanan tugas yang bertindih-tindih. Para peniaga dan orang-orang bisnes sanggup menghabiskan puluhan ribu ringgit sebagai modal pemula. Atlit yang terpilih untuk mewakili negara dalam sesuatu temasya sukan peringkat dunia akan berlatih sedaya mungkin dengan jadual latihan yang ketat dan penuh disiplin. Semua ini adalah sebahagian contoh untuk menunjukkan kesungguhan. Tetapi kenapa anda bersungguh-sungguh? Apa yang menjadi dorongan untuk anda bersungguh-sungguh? Itu persoalan yang semestinya kita jawab dengan hati yang ikhlas. Kita mesti menjadikan Allah swt sebagai matlamat kita. Kita bersungguh-sungguh kerana Allah swt . Seorang bapa bersungguh-sungguh kerana dia beriman dengan hadis “sebaik-baik harta adalah hasil daripada kerja tanganmu sendiri”. Seorang guru gigih mendidik anak bangsa kerana tahu semua makhluk di langit dan bumi termasuk ikan di lautan mendoakan keampunan bagi semua guru yang mengajar ilmu Allah. Para peniaga dan tokoh korporat bertungkus lumus untuk menjayakan perniagaan kerana mengetahui mereka adalah pekerja Allah yang diamanahkan untuk menguruskan harta milik Allah. Atlit sukan berlatih dan bermain dengan prestasi cemerlang kerana dia tahu Allah lebih menyukai seorang mu’min yang kuat berbanding mu’min yang lemah. Semuanya dilakukan kerana Allah swt :)
Saturday, August 8, 2009
Al-QURAN SYAAMIL
KAMI MENGIMPORT DIRECT DARI KILANG. PENGEDAR DIPERLUKAN JIKA BERMINAT.
AYUH, SAMA-SAMALAH KITA MENCARI KEREDHAANNYA DENGAN MEMBACA AL-QURAN.
* sila klik pada gambar untuk melihat dengan lebih jelas



Sunday, August 2, 2009
PALESTINE IS MY LAND

Kumenangis Untuk Mu Wahai Negeri Yang Damai
Yang Syahid Oleh Kebrutalan Sang Kafir Zionis
Yang Terbunuh Oleh Kebiadaban
Wahai Baitul Maqdis
Tempat Desingan Peluru Dan Letusan Mortar , Bagai Musik Pengiring Malam
Tempat Curahan Air Mata Dan Darah
Tempat Tubuh-Tubuh Berserakan , Hancur Tak Bernyawa
Tempat Setiap Orang Menanti Cemas…
Dimanakah Kalian Yang Selalu Berkobar Tentang Perdamaian Dan Kemanusiaan
Kala Ratusan Mayat Bergelimpangan Memenuhi Jalan-Jalan Gaza
Kala Rintihan Bayi-Bayi Tak Berdosa Menggema Di Gang-Gang Ramalah
Kala Aroma Hangus Tubuh Manusia Membumbung Di Udara Rafah
Kala
* Selamat menyambut Israk Mikraj. Peristiwa senantiasa mengingatkan kita akan Palestina. ALLAHUAKBAR !
Sunday, June 28, 2009
SENYUM ITU SEDEKAH

Ada beberapa hal menarik pada diri Baginda SAW yang jarang diungkapkan ramai iaitu mengenai senyumnya. Sepintas lalu, hal itu mungkin nampak kecil dan tidak bererti tetapi apabila dikaji, sebenarnya senyuman Rasulullah SAW memberi impak positif yang sungguh luar biasa. Hikmahnya, banyak kejayaan Rasulullah SAW dalam misinya sebagai penyebar risalah tauhid disebabkan oleh senyuman dan keramahan Baginda. Disebabkan itu, Rasulullah SAW dapat mempengaruhi orang ramai sehinggakan Baginda dicintai dan disegani kawan, juga lawan.
Sahabat adalah saksi kehidupan Rasulullah SAW yang penuh dengan senyuman. Antara sahabat besar yang pernah menceritakan betapa indahnya senyuman Rasulullah SAW ialah Saidina Umar. Kata Saidina Umar, “Rasulullah SAW tersenyum dan Baginda adalah orang yang paling bagus giginya.” (Hadis diriwayatkan Ibnu Hibban)
Seorang lagi sahabat Rasulullah SAW, Abdullah bin Al-Harist menyatakan, “Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah SAW.” (Hadis riwayat At-Tirmizi)
Cucu kesayangan Baginda SAW, Saidina Husein juga ada menggambarkan bagaimana sikap Rasulullah mana direkodkan oleh Imam At-Tirmizi, beliau berkata, “Aku bertanya kepada ayahku (Saidina Ali) mengenai adab dan etika Rasulullah SAW terhadap orang yang bergaul dengan Baginda. Ayahku mengatakan: Baginda senantiasa tersenyum, budi pekerti lagi rendah hati, Baginda bukanlah seorang yang kasar, tidak suka berteriak-teriak, bukan tukang cela, tidak suka mencela makanan yang tidak disukainya. Siapa saja mengharapkan pasti tidak akan kecewa dan siapa saja yang memenuhi undangannya pasti akan sentiasa puas.” Rasulullah SAW walaupun dalam keadaan marah, tetap mempamerkan senyumannya hatta kepada orang yang tidak disukai. Perkara itu pernah direkodkan Imam Bukhari disebutkan bahawa Saiditina Aisyah berkata: “Ada seorang lelaki yang meminta izin untuk bertemu dengan Rasulullah SAW. Ketika Baginda melihat orang itu dari jauh, maka Baginda bersabda: Dia adalah seburuk-buruk saudara dan anak dalam kerabat. Namun ketika orang (Uyainah) itu sudah duduk, Baginda memberikan senyuman di wajah dan menerima dengan baik hati kedatangan orang itu. Ketika orang itu sudah pergi, Aisyah berkata kepada Rasulullah SAW: Wahai Rasulullah, ketika kau melihat orang itu tadi dari jauh engkau berkata begini dan begitu. Tapi kemudian engkau berwajah ceria setelah berada di hadapannya dan menerima kedatangannya dengan baik hati. Kemudian Rasulullah bersabda: Wahai Aisyah, bilakah engkau melihatku berbuat tidak baik?”
Imam al-Khataby ketika mensyarahkan hadis itu berkata, “Hadis ini dilihat dari sudut adab dan ilmu. Ucapan Rasulullah SAW mengenai diri Uyainah sesuatu gambaran yang tidak disukainya secara jelas disebut Ghibah. Ghibah berlaku di antara sebahagian orang dari umat Islam terhadap sebahagian yang lain. Namun, perlakuan Baginda adalah menjelaskan dan mengungkapkannya dalam bentuk nasihat dan kasih sayang terhadap umatnya.
Kerana Baginda sudah dianugerahi sifat kemurahan hati dan akhlak yang baik, maka Baginda memperlihatkan wajah berseri dan tidak menghadapi kesukaran berhadapan orang tidak disukainya. Baginda bertindak sebegitu supaya umat Islam meniru perbuatan Baginda, supaya dapat dihindari keburukan yang boleh menimpa umatnya dan mereka boleh selamat daripada kejahatan dan tipu daya. Begitu indah akhlak Rasulullah SAW, walaupun seseorang itu tidak disukai, Baginda tetap mempamerkan senyuman dan menyambut kedatangan Uyainah dengan ceria.
Sebagai umatnya yang mengaku bahawa Baginda adalah sebaik-baik manusia dan seorang nabi dan rasul, tidakkah kita malu kerana tidak mengikut perbuatan Baginda yang sentiasa menghadiahkan senyuman kepada orang ramai. Sesungguhnya beruntunglah mereka yang mengikuti perbuatan Rasulullah kerana harga senyuman tidak ternilai dengan wang ringgit. Ketegasan Baginda juga dapat dilihat dalam hadis diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim mengenai wanita dari kabilah Makhzumiyah yang mencuri. Kaum Quraisy bingung dengan permasalahan itu kerana mereka tahu hukuman pencuri mengikut undang-undang Islam ialah dipotong tangan (mengikut syarat ditetapkan).
Mereka bertanyakan kepada sesiapa yang berani berjumpa Rasulullah SAW memohon melepaskan wanita itu. Usamah disarankan bertemu Rasulullah SAW kerana Rasulullah menyayangi Usamah. Maka Usamah pergi dan berbicara kepada Rasulullah SAW untuk minta pembelaan atas wanita itu. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Jadi kamu ingin memohon syafaat (pembelaan) terhadap salah satu dari hukum Allah? Setelah mengucapkan ayat itu, Baginda berdiri dan berkhutbah: “Wahai manusia! Sesungguhnya yang menyebabkan binasanya umat sebelum kalian ialah apabila mereka mendapati ada orang mulia yang mencuri, mereka membiarkannya. Tetapi apabila mereka mendapati orang lemah di antara mereka yang mencuri, mereka akan menjatuhkan hukuman kepadanya. Demi Allah! Jika Fatimah binti Muhammad yang mencuri, nescaya aku akan memotong tangannya”.
* Marilah kita menjadikan senyuman dan ketegasan Rasulullah SAW sebagai panduan dan pada masa sama menilai hikmah di sebaliknya. Senyumlah, kerana senyuman tidak pernah mengurangkan rezeki sesiapa, malah dengan senyuman hati berasa tenang dan sentiasa disenangi orang lain :). Sementara bertegaslah dalam keadaan perlu supaya agama tidak diperkotak-katikkan.
Monday, June 22, 2009
SAYA SAYANG ISLAM

Pertanyaan ini sejalan dengan pertanyaan tentang hukum ketertarikan atau Law of Attraction. Sebenarnya berpikir positif adalah satu-satunya cara untuk mengaktifkan law of attraction. Artinya pebahasan tentang berpikir positif akan sekaligus menjawab pertanyaan tentang law of attraction.
Kedua, pertanyaan ini boleh muncul karena kurang fahamnya tentang berpikir positif. Banyak yang mengira, berpikir positif itu seperti senang dapat. Anda berpikir boleh mendapatkan kereta dan kereta langsung ada di hadapan Anda. Begitu juga, banyak yang menyangka bahwa hukum ketertarikan bekerja seperti sihir, kita menarik (seperti magnet) apa yang kita inginkan. Berpikir positif atau law of attraction bekerja mengikuti suatu fenomena, sistem, hukum, atau sunatullah yang sudah Allah ciptakan di dunia ini. Mari kita analogikan dengan pengobatan. Misalnya Anda sakit, kemudian berobat dengan madu sampai Anda sembuh. Siapa atau apa yang menyebuhkan Anda? Jawabannya tentu Allah. Madu, dokter, atau tabib hanyalah perantara saja. Allah sudah menciptakan sebuah sunatullah bahwa dalam madu itu terkandung obat.
Begitu juga dengan berpikir positif. Allah sudah menciptakan sistem atau mekanisme dalam diri kita dan di semesta, dimana jika kita berpikir positif maka apa yang kita pikirkan akan terwujud. Anda boleh mempelajari mekanisme ini berkaitan dengan sistem pikiran (otak), saraf, sel tubuh, dan fisika kuantum. Analogi lain, jika Anda melepaskan sebuah benda di udara, benda tersebut akan jatuh ke bumi. Apa yang menyebabkan benda tersebut jatuh? Allah sudah menciptakan suatu sunatullah berupa hukum gravitasi, yaitu sebuah fenomena alam dimana antara benda dengan benda yang lain akan saling tarik menarik. Jadi konsep berpikir positif dan law of attraction sebenarnya hanyalah sebuah konsep bagaimana cara kita memanfaatkan fenomena atau sunatullah yang sudah ada untuk mencapai apa yang kita inginkan. Sama seperti seorang engineer yang memanfaatkan sunatullah hukum gravitasi untuk membangkitkan listrik. Ayuh berfikirlah POSITIF DALAM KEHIDUPAN KITA SEPERTIMANA RASULUALLAH DI THAIF!
“ Pada saat keluar rumah di pagi hari, kita sendirilah yang menentukan apakah hari itu akan jadi baik atau buruk, menjadi sukses atau gagal, menjadi positif atau negatif, karena tergantung bagaimana kita mengarahkan hati dan pikiran kita sendiri.”



